Sehari dalam kisah di Asrama

hari jum’at 25 Maret 2011 kemaren, saya pingin jalan2,, jadi siangnya saya pergi deh tuh ke pastoran Paroki di tenggarong,, sesampai di sana sepi banget,, soalnya udah jam 1 siang,, huahaahahaha,, karena sepi,, ya Saya langsung pergi ke kamar favorite saya, tepatnya di dekat ruang makan pastoran,, he he he,, di kamar saya langsung bersih-bersih diri,, *Brasa kamar sendiri, bruakakakakakakak,,* setelah itu, masih sepi juga ya,, saya langsung tidur deh,, sampeeeeeeeeee jam setengah 4 saya terbangun,, hmm, saya cuci muka, n langsung keluar mencari orang-orang,, masih juga tak ada,, langsung deh,, saya ke dapur pastoran,, n di sini saya mendapatkan seorang anak yang sedang makan ,, entah itu makan siang ato makan malam , saya juga gak tau,, *Soalnya kan kalo diasrama makan, tidur, doa, misa, n etc tergantung bel,, huahahahaha,, yandi sok tau lagi* daripada BT ,, ya saya langsung aja ngajak ngobrol tuh anak ,, ternyata responnya baik,, melihat respon dia yang baik terhadap pertanyaan-pertanyaan saya, walaupun dia sedang makan sih,, he he he,, maka saya semakin tertarik untuk bertanya lebih jauh,, n berbincang-bincang tentunya,, anak itu kelas 1 smp, asalnya dari pedalaman, yang kalo di tempuh dari kota Tenggarong hanya bisa melalui jalur air (Sungai) menggunakan kapal,, dan memerlukan waktu yg bagiku cukup lama,, yaitu 3 hari,, hmm,, perjuangan untuk mendapatkan pendidikan yang penuh tantangan dan pengorbanan tentunya,, ternyata setelah saya tanya lebih lanjut,, kok makan di saat bukan jam makan? lalu dia menjawab, kalo saya nggak apa-apa, karena saya yang mengurus lingkungan pastoran dan gereja sekitarnya,, saya tercengang,, hebat juga ya dalam bathin saya mengatakan, seorang anak kecil di percaya untuk mengurus lingkungan pastoran juga gereja, , lanjut saya bertanya lagi,, trus kalo kayak gitu,, setiap harinya Salang ngapain? *nama panggilannya Salang* lalu salang menjawab, kalo pagi bangun jam 5, setelah itu bersih-bersih diri (Mandi) sebentar, langsung mondar mandir pastoran buka pagar sana sini juga mempersiapkan gereja untuk di pakai misa pagi, setelah itu bersih-bersih di sekitar pastoran, baru deh ikut misa pagi, sehabis misa, aku persiapkan diri untuk ke sekolah,, sepulang sekolah, makan siang, istirahat, sehabis itu mencari kembali kerjaan-kerjaan yang belum terselesaikan ataupun kerjaan-kerjaan wajib,, he he🙂 sambil tersenyum dia menjawab,, setelah itu,? ujarku,, lalu katanya,, ya saya olahraga atau main bareng temen-temen asrama lainnya,, setelah itu mandi, makan.dan istirahat malam, ya begitulah kegiatan sehari-hari saya kak,, *amin di panggil kakak he he🙂 * lanjut saya bertanya,, kamu cita-citanya apa dek? *sok akrab he he he😀 * lalu katanya, gak tau juga kak, masih bingung saya, lalu saya mencoba bertanya lagi,, mau gak jadi pastor? hmmm,, gak tau juga ya,, kalau emang Tuhan mau, siapa yang berani menolak,, he he he,, signal yang baik,, kataku lagi,, gak terasa udah jam 4 sore,, lalu seorang kakak yang masakin makanan di pastoran ngajak pergi ke pasar buat belanja sayuran untuk di masak buat makan malam,, saya pun ikut serta,, he he he,, soalnya udah akrab sih,, he he he,, sembari berjalan ke pasar, kami berjalan di belakang sambil melanjutkan cerita,, gak terasa udah sampai di pasar,, para wanita-wanita itupun langsung berbelanja apa yang mereka butuhkan,,,, sementara aku dan salang hanya kebingungan melihat mereka,, huahahaha,, dasar laki-laki,, karena gak ada yang dibuat, akhirnya saya mengajak salang untuk pergi mencari jajajnan / kue-kue di pasar.,, kamipun berpencar,, kami langsung pergi ke tempat biasa salang membeli kue, karena saya gak tau di mana tempatnya tuh,, sambil berjalan saya pun mulai bertanya lagi,, salang selama di pastoran / asrama sering di marahin gak,, lalu dia menjawab dengan polsnya, katanya,, ya kalau saya salah ya pasti di marahin lah,, n gak pernah di marahin kalo salang gak salah, ya salang nyadar diri aja, hmm dapet pelajaran baru dari ni anak,, sesampai di tempat penjualan kue, ternyata gak ada yang jualan,, tapi untung aja, ada orang yang jualan gorengan,, jadi beli gorengan deh,, lalu kamipun kembali ke pastoran dan berkumpul bersama dengan wanita-wanita tadi,, sambil mereka makan gorengan *saya gak makan, karena lagi puasa* pada saat makan rame-rame saya tidak bertanya lagi,, tapi saya hanya memperhatikan tingkahnya,, tak lama kemudian, mungkin mereka masing-masing baru memakan 1 biji gorengan, datanglah seorang Romo yang bertanya kepada salang, katanya, Stanis, (nama sahnya) parangmu ada di mana ya?? tanpa pikir panjang dengan makanannya, dia langsung berdiri dan lari keluar mencari parang itu, tapi udah gak balik-balik lagi,, padahal kan saya belikan gorengan buat dia karena udah bagi cerita ama saya,, huft,, dasar Romo s****** ,, he he,, malah datang bruder yang ngehabisin ntu gorengan,, tapi makasih ya salang udah mo bagi cerita lu,, salut w ama lu,, moga aja cita-cita lu tercapai, amin,,🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s