Masa Prapaskah

Masa Prapaskah ini mempunyai 2 ciri khas, yaitu mengenangkan atau mempersiapkan pembaptisan dan membina sikap tobat. Jadi dalam masa Prapaskah ini, kita umat katholik mulai untuk mengadakan “ret-ret Agung” untuk melihat segala dosa-dosa kita dengan mengadakan materinya sebuah pertobatan. Dan pertobatan biasanya di hubungkan dengan puasa,, dalam injil banyak kita menemukan cerita para murid,, salah satunya orang-orng sangat heran melihat murid-murid Yesus yang tidak berpuasa, padahal orang-orang farisi dan murid-murid Yohanes Pembaptis, kerap kali berpuasa, bahkan berpuasa lebih dari yang di tentukan oleh hukum. Lalu pertanyaanya, mengapa Yesus tidak mengikuti kebiasaan yang baik ini?

  • Yesus, bukannya tidak mau murid-muridnya berpuasa. Akan tetapi, sekarang ini bukan saatnya. Kehadiran Yesus di antara muridNya harus merupakan suatu pesta pernikahan. Orang tidak akan mungkin berpuasa waktu pesta. Akan datang saatnya bagi murid-murid Yesus berpuasa. Puasa mereka ini akan mempunyai arti yang sama sekali baru. Puasa mereka adalah karena Yesus; Puasa yang mengingatkan kesengsaraanNya pada kayu salib. Jadi murid-murid Yesus berpuasa karena mau lapar akan Yesus dan mengingat Yesus. Inilah arti puasa murid-murid Yesus.
  • Agama Kristen, Agama Katholik, sesungguhnya mewarisi banyak hal dari agama Yahudi, teteapi semangatnya sudah berubah. Mulai Sekarang semuanya berpusat pada Yesus. Pertanyaan kita di masa prapaskah ini, “apakah kita sudah merasakan hal-hal yang baru, yang lebih membebaskan dengan menjadi katholik? Apakah Yesus sudah memperbaharui pikiran dan hati kita?” pertanyaan ini penting di renungkan untuk kita yang hidup di Indonesia ini, yang hidup di tengah umat beragama lain atau yang bertobat menjadi kristen. Mungkin ada satu, dua hal yang kita rasakan dan alami, kurang bertobat dalam agama kristen. Mereka yang dahulunya penganut agama lain yang taat, mungkin merasa kurang dengan menjadi kristen. Mereka kehilangan kebiasaan untuk berdoa. Doa yang terus menerus rupanya tidak begitu di perhatikan dalam agama kristen. Demikian pula halnya dengan puasa. Puasa dalam agama katholik sangat ringan kalau di bandingkan dengan agama islam atau budha. Jika demikian, mengapa kita mau menjadi katholik? Apakah ada hal yang baru dalam agama katholik?
  • Jawaban atas pertanyaan ini, adalah “ADA DAN SANGAT MENDASAR”. Yang baru dalam agama kristen bahwa segala-galanya berpusat pada Yesus dan karena Yesus. Yesus adalah pusat hidup kita, Dia adalah sukacita kita, Dia adalah segala-galanya bagi kita. Perubahan dan pertobatan yang sejati akan terjadi hanya melalui Dia, didalam Dia, dan karena Dia. Oleh Dialah segala-galanya akan menjadi baru. Jika Yesus tidak menjadi pusat hidup kita, kita tidak akan pernah menjadi Manusia Baru.Murid-Murid Yesus bukanlah orang-orang murung, loyo dan kurang semangat. Kita sebagai murid-murid Yesus harus hidup dalam sukacita bersama Yesus. Dari sebab itu, kita diharapkan lebih berbahagia dari orang lain. Kita punya sumber kebahagiaan, yakni Yesus sendiri.
  • Sadar bahwa dalam hidup ini kita kurang menjadilkan Yesus sebagai sumber kebahagiaan Iman dan hidup kita, marilah kita dalam masa Prapaskah ini memohon ampun serta tobat kepada Dia, semoga,,

AMIN………………🙂

2 thoughts on “Masa Prapaskah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s