Melihat Jauh-Jauh Panggilan seorang Biarawan

Ketika terlahir, semua manusia masih sangat banyak memerlukan pertolongan, terutama dari kedua orang tua tentunya, waktu berjalan seiringnya waktu, keluarga dan lingkungan yang membentuk perkembangan kehidupan seorang anak tersebut, agar anaknya tumbuh dewasa dengan baik, biasanya orang tua selalu membatasi aktivitas anak, sehingga ada banyak di jaman sekarang yang menyebut mereka anak mami / anak papi ,, tapi gak semua anak yang senang mengikuti perintah orang tuanya tersebut, bahkan ada anak yang mencari kebebasan di luar, padahal kebebasan itu ada di mana aja lho,, meskipun kita gak begitu bebas bergaul di luar, tapi kita pastinya di berikan banyak pilihan dalam banyak hal,, misalnya makan atau semacam itulah,,

Tapi ketika seorang anak sudah memasuki masa Remaja tingkat Remaja, banyak orang tua yang sudah berani membeberikan kebebasan kepada anak kesayangannya ini, tetapi gak semua bisa berjalan dengan mulus, karena banyak anak yang akan menggunakan kebebasan tersebut dalam keadaan yang bisa di katakan menyimpang dari keinginan orang tuanya, nah, disinilah yang di takutkan oleh orang tua jaman sekarang.,

Tapi tidak demikian bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan gereja, ia akan bebas bergaul dengan siapa saja, orang tua pun tak begitu takut, karena mereka yankin akan pergaulan yang sehat dalam keanggotaan anaknya di gereja. tapi ada juga orang tua yang takut kalau-kalau anaknya nanti meminta untuk menjadi seorang biarawan. Tapi gak semua orang tua seperti itu, justru mungkin karena tujuan orang tua arahnya kesitu, ya mereka dengan senang hati menerima permintaan anaknya ini. Tapi bagaimana dengan anak yang ingin menjadi biarawan/ti, tetapi tidak ada respon yang baik dari orang tua? ini adalah sebuah masalah besar bagi anak juga orang tua, di mana sang anak ingin hidup sendiri untuk melayani, sedangkan orang tua yang mungkin masih mengharapkan anaknya menjadi pengusaha sukses, atau apalah, tapi kebanyakan yang ada adalah di mana seorang anak harus melanjutkan keturunan dari orang tuanya., apalagi bagi anak laki-laki.

Tapi bagi anak yang benar-benar ingin menjawab panggilan hidupnya ini, pastilah tidak akan menyerah begitu saja, Ia akan membawa segala peristiwa dalam doanya, berusaha meyakinkan kedua orang tuanya, bahwa pilihan nya sudah matang dan lain sebagainya. Bukan tidak mungkin ketika Tuhan berkarya dalam doa dan kehidupan kita, tak akan ada yang mustahil.

Dalam hal menjawabi panggilan hidup, kita sebagai anak-anak Tuhan tak perlu muluk-muluk, cukup lah kita menjalani apa yang sudah ada pada diri kita, jangan menuntut hal yang tidak perlu, tapi minimalkan segala keegoan dalam diri, sehingga pelan tapi pasti, kita akan bisa belajar makna dari panggilan itu sendiri.

Keika sudah di ambang memasuki study juga, tak ada yang namanya pamer diri,teman doakan saya udah mau masuk seminari”  misalnya seperti itu, hal itu tak perlulah kita lakukan, cukuplah mereka mengetahuinya sendiri, karena kita akan mendapatkan doa yang sangat ikhlas dari mereka, bukan hanya itu saja, menjalin relasi juga perlu, tapi harus melihat keadaan yang ada. namun ada batasnya pula.

Dan yang paling utama dalam menjawabi panggilan, adalah menjadikan TUHAN YESUS  sebagai tokoh utama dalam panggilan, jangan menjadikan seorang pastor/suster/bruder atau siapa saja yang kita kenal baik, karena ketika tanpa kita sadari, kita akan kecewa jika merlakukan sebuah kesalahan, yang mungkin bagi kita kelak tak pantas, maka itulah yang terkadang membuat kita menjadi patah semangat bahasa kerennya “DOWN” alias “JATUH” hehe,, bukan apa-apa sih, hanya saja menulis sedikit pengalaman dari seorang temen ni yee,, moga bermanfaat,, Jesus love U all, God Of Luck yaa,,

2 thoughts on “Melihat Jauh-Jauh Panggilan seorang Biarawan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s