Jejak KAKIKU KEKOta

aku kembali disini, tapi bukan di tempat biasa ku menulis, bukan tempat biasa aku menikmati hari hariku, makananku, sahabatku, tapi mungkin aku sedang kembali bersama sahabat yang telah lama tak ku jumpai,

hahaha, tawaku menggeliat jika ku ingat masa lalu dimana ku tinggalkan begitu cepat tempat yang banyak kenangan,

aku tiba disini, 3 hari yang lalu, dimana orang mengatakan ini kota ‘pahlawan’

pertama menginjakkan kaki dari si burung besi aku hanya tersenyum, mencoba menghubungi beliau yang sudah berjanji ingin menjemput. walau ternyata mungkin beliau kelelahan, sehingga menyarankan saya untuk naik angkutan umum, asal katanya jangan naik bus, becak or ojek. hahahaha

mungkin ada sekitar 45 menit aku menikmati kota ini dialam perjalanan menuju ‘rumah’ beliau, dengan sesekali bercengkrama dengan si bapak supir, ya sungguh kota yang lumayan ramah.

setiba saya dirumah beliau, beliau baru selesai mandi, tapi kita tak langsung bercakap cakap, karena beliau sangat kaget melihat ‘penampilan’ saya yang saya tak mengerti apa maksudnya. ia melihat saya hanya meni\epok jidat lalu kembali ke kamarnya.

saya pun bingung, apa yang boleh saya buat jika sudah begini? hahahaha, tawa menghampiri lagi. tak berapa lama, senja beliau melayani di gereja, saya pun ikut dalam pelayanannya.

pada saat jam makan malam, barulah saya di dikte sehabis habisnya dari apa yang beliau lihat. huuuuuhhh ‘menghela nafas panjang’

sehabis setelahnya baru guyon dan tawa mengalir, mengingat memori jaman dulu, beliau bercerita banyak sambil sesekali kami merapikan tanaman tanaman di pekarangan, beliau juga sesekali menelfon orang orang yang dekat dengan saya disana, termasuk bos besar alias babe, beliau kaget karena saya datang dengan tiba tiba, tapi semua udah jelas, tak terasa semakin larut kami pun kembali ke ruangan untuk berisitirahat.

kesokkan harinya kita berjalan jalan kecil, sesekali bertemu umat, bercakap cakap, lalu sorenya saya berjalan keliling menggunakan sepeda ontel sampai ke jalan tol sedati, hahahah.

jalan jalan saya singkat tak terlalu banyak, saya hanya berkunjung ke jembatan suramadu, duduk di ‘angkringan’ sambil ya ngopi ngopi lah, sepulang dari sana kami berkeliling kota ini, dan ternyata tidak bisa semua sudutnya saya pergi, hahahha, saya hanya mampir ke bekas kampus bokap, patung paku terbalik, dan patung hiu sura dan baya (buaya) hanya saja kurangnya saya tidak membawa lensa, oh tidak! perjalanan seperti hampa. 2x2x 2x

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s